Tampilkan postingan dengan label Kemanusiaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemanusiaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2019

Pembangunan Sarana Umum

An "Yayasan Kemanusiaan & Kesejahteraan Indonesia"
MUAMALAT: 311.001.5736
BCA: 4740 51 3333
Tambahkan angka 2 di akhir transferan anda. 
Contoh: Rp 100.002,-
Konfirmasi ke : 087875936892
Masyarakat memiliki sarana-sarana umum yang diguanakan oleh mereka. Masjid, sumur, kelas, WC umum dan sarana  umum masyarakat lainnya. Komite Kemanusiaan Indonesia  memiliki program  pembangunan sarana umum. Komite Kemanusiaan Indonesia ( K K I )   bekerjasama dengan donatur untuk membangun sarana ibadah (masjid), sumur warga dan kelas untuk anak sekolah sesuai dengan permintaan donatur.
Sampai saat ini Komite  Kemanusiaan Indonesia   ( K K I ) sudah membangun lebih dari 500 masjid dan kelas, lebih dari 800 sumur yang tersebar di pulau Jawa.
Bagi para dermawan yang ingin membangun masjid untuk menjadi amal jariyahnya, tidak tahu harus dibangun di mana?   sesuai dengan  anggaran yang dimilili, silahkan kirim donasi untuk masjid  anda ke rekening berikut :
An "Yayasan Kemanusiaan & Kesejahteraan Indonesia"
MUAMALAT: 311.001.5736
BCA: 4740 51 3333
Tambahkan angka 2 di akhir transferan anda. 
Contoh: Rp 100.002,-
Konfirmasi ke : 087875936892

Rabu, 30 Januari 2019

Hadir Untuk Kemanusiaan

Musibah datang tanpa kehendak kita, kehancuran akibat bencana alam bukan kehendak kita. Begitu juga kemiskinan mendadak akibat bencana yang melanda juga bukan kehendak kita.

Berbagai bencana yang terjadi di mana saja hakikatnya adalah musibah kemanusiaan, baik untuk bangsa kita sendiri maupun bangsa-bangsa lain di dunia. Karena itu ketika suatu daerah ditimpa bencana seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami, badai yang merusak berbagai fasilitas apalagi menelan korban manusia, maka getaran kepiluan dan kepedihan melihat jasad-jasad kaku terbakar hangus, tertimpa bangunan, terasa menyeluruh pada setiap orang yang mendengar dan menyaksikan.

Empati dan simpati terbangun seketika. Terwujud rasa kepedulian yang luar biasa dari setiap orang. Semua bergegas memberikan bantuan, baik moril maupun dengan materi.

Kondisi di atas merupakan salah satu sisi kemanusiaan yang positif sehingga perlu terus dijaga dan dikembangkan, bukan hanya pada waktu terjadi bencana, akan tetapi harus melekat menjadi karakter yang inheren melekat pada setiap diri manusia. Manusia menjadi makhluk yang saling mengasihi, menyayangi, saling membantu, dan saling menghargai. Bukan saling menjegal, saling memfitnah, saling melukai, bahkan saling membunuh. Barang siapa saja yang membunuh seseorang sama dengan membunuh seluruh manusia. Sebaliknya siapa saja yang menyebabkan kehidupan seseorang sama dengan menghidupkan semua manusia.

Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI) yang dari awalnya terlahir karena kepedulian banyak orang terhadap para korban bencana Tsunami Aceh pada tahun 2004, masih terus melakukan kepedulian sosial bersama para relawannya. Terutama dalam masalah rescue, penyiapan relawan untuk terjun memberikan bantuan di tempat bencana. Kemudian menyalurkan bantuan di awal kejadian bencana.
Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI) dalam aktivitasnya memang mengalami fluktuasi, karena memang bekerja berdasarkan peran masyarakat dan dana mereka. KKI menjadi salah satu fasilitator masyarakat yang ingin membantu orang yang peduli untuk memberikan kepedulian kepada orang-orang yang sedang mendapatkan musibah.

Diantara orang yang peduli dengan musibah adalah orang-orang yang ingin menjadi relawan untuk menolong orang-orang yang sedang kena bencana. KKI merekrut mereka, menjadi fasilitator untuk memberikan pelatihan-pelatihan tentang kerelawanan dengan berbagai instansi dan lembaga-lembaga lain yang kompeten dalam hal ini.

Untuk orang-orang yang ingin membantu dengan materi, KKI menyalurkan bantuan tersebut kepada yang sedang kena bencana.

KKI siap untuk kerjasama dengan berbagai lembaga kemanusiaan dalam rangka memberikan kepedulian kepada orang-orang yang mendapatkan musibah dan bencana.

Kami meyakini, hanya dengan saling memberikan kepedulian, masalah kesulitan akan bisa diselesaikan. Tanpa kepedulian, maka manusia akan sempit dengan kesendiriannya, sekalipun dalam kemewahan. Wassalam